BELITUNGVIBE.ID – Tradisi nyekar yang masih kuat dijaga warga Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, membawa berkah tersendiri bagi penjual bunga tabur pada momen Idulfitri 2026.
Salah satunya seperti di area TPU Setya Mulya Kecamatan Tanjungpandan. Para pedagang musiman ramai bermunculan untuk melayani kebutuhan peziarah.
Kehadiran mereka tidak hanya memudahkan warga yang ingin berziarah, tetapi juga menawarkan bunga tabur dengan harga yang ramah di kantong.
Susi, salah seorang penjual bunga tabur, mengaku kewalahan melayani pembeli yang sudah membeludak di TPU sejak Sabtu pagi, (21/3/2026).
Dalam sehari, ia mampu menjual hingga sebanyak 50 kantong plastik berisi kembang segar kepada para peziarah yang datang silih berganti ke TPU tersebut.
“Alhamdulillah, momentum Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah ini membawa berkah tersendiri(rezeki). Banyak masyarakat (peziarah) yang membeli,” ujar Susi dengan wajah sumringah penuh rasa syukur.
Berkah Penjual Bunga Tabur Belitung
Satu paket bunga tabur di Belitung berisi campuran bougenville hingga kamboja ini hanya dibanderol Rp5 ribu saja per kantong.
Harga tersebut sudah sangat lengkap karena sudah termasuk satu botol air mineral untuk keperluan ziarah di atas pusara keluarga.
Peningkatan omzet tahun ini dirasakan jauh lebih baik dibandingkan lebaran tahun lalu seiring tingginya antusiasme warga pasca-pandemi.
Praktisnya paket bunga yang ditawarkan Susi menjadi daya tarik utama bagi peziarah yang tidak sempat memetik bunga sendiri di rumah.
“Dalam sehari, saya bisa menjual sekitar 40 hingga 50 kantong plastik praktis,” tambahnya lagi.
Lian, salah satu peziarah yang datang ke TPU Setya Mulya, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran para penjual bunga musiman ini.
Baginya, harga paket Rp5 ribu sangat sebanding dengan kemudahan yang didapatkan tanpa harus repot mencari bunga di tempat lain.
“Sangat terbantu karena harganya terjangkau, kami tidak perlu susah-susah memetik sendiri atau membawa dari rumah,” tutur Lian singkat.
Keberadaan pedagang bunga di area pemakaman memastikan tradisi nyekar di Negeri Laskar Pelangi tetap lestari dengan penuh kemudahan.
Tradisi ziarah kubur memang menjadi momen emosional bagi warga Kabupaten Belitung untuk mengenang sanak saudara yang telah tiada di hari kemenangan.
Kehadiran penjual bunga seperti Susi bukan sekadar mencari untung, melainkan membantu sesama menjalankan ibadah dengan lebih nyaman. (Sumber: Antara Babel)





