Sabtu, April 4, 2026
belitungvibe.id
Advertisement
  • Home
  • News
    • Bangka Belitung
    • Nasional
  • Tech
    • Gadget
    • Aplikasi
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
  • Lifestyle
    • Kuliner
    • Wisata
  • Popnews
    • Viral
    • Human Story
  • Cuan
    • Tips Investasi
    • Kredit & Pinjaman
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Bangka Belitung
    • Nasional
  • Tech
    • Gadget
    • Aplikasi
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
  • Lifestyle
    • Kuliner
    • Wisata
  • Popnews
    • Viral
    • Human Story
  • Cuan
    • Tips Investasi
    • Kredit & Pinjaman
No Result
View All Result
belitungvibe.id
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Tech
  • Otomotif
  • Lifestyle
  • Popnews
  • Cuan
Home News Bangka Belitung

Cheng Beng Belitung 2026: Perantau Tionghoa Balik Kampung, Ekonomi Masyarakat Ikut Kecipratan

Yudiansyah by Yudiansyah
27 Maret 2026
0
Tradisi Cheng Beng Belitung

Warga keturunan Tionghoa sedang melaksanakan sembahyang kubur di komplek pemakaman Pilang Tanjungpandan, Kabupaten Belitung. (Foto: Dok/Antara)

Share on FacebookShare on Twitter

BELITUNGVIBE.ID – Para perantau Tionghoa memadati Kabupaten Belitung untuk merayakan tradisi Cheng Beng 2026 yang puncaknya berlangsung di Perkuburan Pilang.

Momentum sembahyang kubur ini terbukti menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat mulai dari pedagang bunga hingga jasa transportasi.

Tokoh Masyarakat Tionghoa Belitung Ayie Gardiansyah mengatakan, bahwa gelombang kepulangan warga dari luar daerah bahkan luar negeri meningkat drastis.

Tradisi leluhur Cheng Beng bukan sekadar ritual tahunan melainkan identitas kultural yang sangat melekat bagi masyarakat Negeri Laskar Pelangi.

“Saat ini warga keturunan Tionghoa Belitung sedang merayakan Cheng Beng,” ujar Ayie Gardiansyah, dikutip dari Antara, Jumat 27 Maret 2026.

BACA JUGA: Gubernur Babel Lepas 600 Peserta Arus Balik di Tanjung Batu, KRI Semarang Bertolak ke Jakarta

Tradisi Bakti dan Pulang Kampung Perantau

Bakti kepada orang tua menjadi alasan utama para perantau rela menempuh perjalanan jauh demi berziarah langsung ke makam leluhur.

Mereka memprioritaskan momen ini untuk mendoakan orang tua yang telah mendahului sebagai wujud penghormatan tertinggi dalam keluarga.

“Tradisi Cheng Beng Belitung adalah wujud berbakti kepada leluhur melalui ziarah ke makam para leluhur,” jelas Ayie menekankan makna mendalam di balik ritual ini.

Aktivitas ziarah di komplek perkuburan Tionghoa Pilang Tanjungpandan terpantau sangat padat sejak dini hari pukul 04.00 WIB.

Geliat doa dan nyala dupa menyinari area pemakaman hingga matahari terbit yang diperkirakan berlangsung sampai 5 April mendatang.

BACA JUGA: Berkah Penjual Bunga Tabur Belitung Saat Lebaran Idulfitri 2026, Laris Manis Diserbu Peziarah

Ekonomi Lokal Belitung Kecipratan Berkah

Lebih dari sekadar ritual keagamaan, Cheng Beng Belitung 2026 sukses memutar roda ekonomi masyarakat lokal secara signifikan di berbagai lini usaha.

Lonjakan permintaan terjadi mulai dari kebutuhan bunga segar, lilin, dupa, hingga bahan pangan untuk keperluan persembahan di atas pusara.

“Banyak kebutuhan untuk keperluan sembahyang yang dibeli masyarakat sehingga menggerakkan ekonomi lokal secara signifikan,” ungkap Ayie.

Sektor transportasi dan akomodasi juga kecipratan untung besar berkat membeludaknya pesanan tiket serta kamar hotel dari para pemudik.

Pedagang kecil di sekitar area perkuburan merasakan kenaikan omzet harian berkali-kali lipat dibandingkan hari biasa berkat antusiasme peziarah.

Wujud Nyata Toleransi Negeri Laskar Pelangi

Pelaksanaan Cheng Beng yang berjalan khidmat menjadi cermin kuatnya nilai kerukunan antarumat beragama yang tetap terjaga di Kabupaten Belitung.

Masyarakat lintas etnis hidup berdampingan dengan saling menghormati tradisi ziarah satu sama lain tanpa adanya gesekan sosial.

“Cheng Beng juga menjadi bentuk nyata dari toleransi dan kerukunan di Belitung,” tegas Ayie dengan nada bangga.

Keharmonisan ini merupakan aset tak ternilai yang terus dirawat oleh seluruh lapisan masyarakat di tanah Laskar Pelangi.

Saling menjaga kenyamanan saat ritual berlangsung membuktikan bahwa perbedaan budaya adalah kekuatan utama dalam membangun daerah. (*)

Tags: berita belitungCheng Beng 2026Cheng Beng BelitungPerkuburan PilangTradisi Tionghoa

Related Posts

Event Lari di Belitung 2026
Bangka Belitung

Event Lari di Belitung 2026: Fun Run IKA UNY Hadirkan 3K dan 5K, Catat Jadwalnya

3 April 2026
Gubernur Babel Lepas Peserta Arus Balik Idul Fitri 2026
Bangka Belitung

Gubernur Babel Lepas 600 Peserta Arus Balik di Tanjung Batu, KRI Semarang Bertolak ke Jakarta

27 Maret 2026
Express Bahari 3 E
Bangka Belitung

Express Bahari 3 E Rute Tanjungpandan–Pangkalbalam Layani Arus Balik Lebaran 2026

23 Maret 2026
Load More
Next Post
Hotel Dafam Resort Belitung

Rekomendasi Hotel di Belitung Dekat Pantai Tanjung Kelayang, Lokasi Strategis & Nyaman

Event Lari di Belitung 2026

Event Lari di Belitung 2026: Fun Run IKA UNY Hadirkan 3K dan 5K, Catat Jadwalnya

Belitung-Vibe-2026

Follow Us

KANAL

  • Bangka Belitung
  • Gadget
  • Human Story
  • Lifestyle
  • Nasional
  • Wisata
  • Privacy Policy
  • About
  • Pedoman Pemberitaan

© 2026 BelitungVibe.id All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Bangka Belitung
    • Nasional
  • Tech
    • Gadget
    • Aplikasi
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
  • Lifestyle
    • Kuliner
    • Wisata
  • Popnews
    • Viral
    • Human Story
  • Cuan
    • Tips Investasi
    • Kredit & Pinjaman

© 2026 BelitungVibe.id All Rights Reserved