BELITUNGVIBE.ID – Libur Lebaran 2026 di Belitung tak hanya soal silaturahmi dan kuliner. Pemerintah Kabupaten Belitung memastikan Museum Tanjungpandan kembali dibuka mulai hari kedua Idul Fitri 1447 Hijriah, menghadirkan alternatif wisata edukatif bagi masyarakat dan wisatawan.
Kepastian ini disampaikan Kepala UPT Museum Pemkab Belitung, Revzan Maynovri. Ia menegaskan operasional museum akan dimulai pada hari kedua Lebaran, menyesuaikan hasil sidang isbat pemerintah terkait penetapan 1 Syawal.
“Kita buka pada Lebaran kedua. Jadi kapan pun Lebaran pertama, operasional dimulai hari kedua,” ujar Revzan Maynovri, Rabu (18/3/2026).
Operasional Hingga Akhir Libur Lebaran
Pada hari pertama Lebaran, museum tetap ditutup. Setelah itu, layanan kunjungan dibuka dan berlangsung hingga 29 Maret 2026, mengikuti periode libur panjang Lebaran tahun ini.
Langkah ini diambil untuk memberi ruang rekreasi yang lebih variatif bagi masyarakat, terutama di tengah meningkatnya mobilitas wisata selama musim liburan.

UMKM Lokal Ikut Meramaikan
Tak hanya membuka kunjungan, pengelola museum juga menggandeng pelaku UMKM lokal untuk ikut meramaikan suasana.
Area halaman museum akan diisi lapak-lapak UMKM yang menjual berbagai produk, mulai dari makanan hingga kerajinan khas.
“Sudah banyak yang mendaftar untuk mengisi halaman museum dengan jualan mereka,” kata Revzan.
Kehadiran UMKM ini diharapkan tidak hanya menambah daya tarik pengunjung, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal selama momentum Lebaran.
Persiapan Fasilitas dan Lingkungan
Menjelang pembukaan, pihak museum telah melakukan berbagai persiapan. Mulai dari pembersihan area, perawatan fasilitas umum seperti toilet, hingga penataan halaman depan dan belakang.
Tujuannya sederhana namun penting, memastikan pengunjung merasa nyaman saat berwisata.
Selain itu, pengelola juga merencanakan menghadirkan hiburan lokal untuk menambah pengalaman berkunjung. Meski demikian, realisasinya masih menunggu koordinasi dan ketersediaan anggaran.
“Kita rencanakan ada hiburan lokal, mudah-mudahan bisa dikoordinasikan dengan pihak terkait,” jelasnya.
Tiket Terjangkau untuk Semua Kalangan
Selama periode libur Lebaran, tarif masuk museum tetap ramah di kantong. Pengunjung hanya dikenakan tiket sebesar Rp5.000 per orang.
Untuk parkir, tarif ditetapkan Rp2.000 bagi sepeda motor dan Rp4.000 untuk mobil.
Harga ini diharapkan tetap terjangkau bagi masyarakat luas, sehingga museum bisa menjadi destinasi wisata keluarga yang inklusif.
Dorong Wisata Edukatif di Belitung
Revzan berharap momentum libur Lebaran dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata sekaligus belajar sejarah dan budaya daerah.
Museum, menurutnya, bukan sekadar tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi juga ruang edukasi yang relevan bagi generasi muda.
“Harapannya masyarakat bisa memanfaatkan waktu untuk berkunjung ke destinasi wisata, termasuk museum,” pungkasnya.
Dengan dibukanya kembali Museum Tanjungpandan di hari kedua Lebaran, pilihan wisata di Belitung semakin beragam. Bukan hanya pantai, tetapi juga ruang edukasi yang menghadirkan cerita tentang identitas dan sejarah daerah. (dod)




