Sabtu, April 25, 2026
belitungvibe.id
Advertisement
  • Home
  • News
    • Bangka Belitung
    • Nasional
  • Tech
    • Gadget
    • Aplikasi
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
  • Lifestyle
    • Kuliner
    • Wisata
  • Popnews
    • Viral
    • Human Story
  • Cuan
    • Tips Investasi
    • Kredit & Pinjaman
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Bangka Belitung
    • Nasional
  • Tech
    • Gadget
    • Aplikasi
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
  • Lifestyle
    • Kuliner
    • Wisata
  • Popnews
    • Viral
    • Human Story
  • Cuan
    • Tips Investasi
    • Kredit & Pinjaman
No Result
View All Result
belitungvibe.id
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Tech
  • Otomotif
  • Lifestyle
  • Popnews
  • Cuan
Home Lifestyle Wisata

3 Batu Granit Unik Belitung dan Mitosnya, dari Majapahit hingga Batu Garuda

Menelisik cerita masyarakat di balik batu granit untuk menghadirkan pengalaman wisata yang lebih bermakna.

Yudiansyah by Yudiansyah
23 April 2026
0
batu granit unik belitung

Batu granit unik di Belitung seperti Batu Buyong, Batu Baginda, dan Batu Garuda yang menyimpan cerita dan mitos lokal. (Foto: Berbagai Sumber)

Share on FacebookShare on Twitter

BELITUNGVIBE.ID – Tiga batu granit unik Belitung menyimpan mitos menarik, mulai dari jejak prajurit Majapahit hingga bentuk alami menyerupai burung garuda yang ikonik.

Keunikan ini tidak hanya menghadirkan daya tarik visual, tetapi juga memperkaya pengalaman wisata berbasis cerita yang kini semakin dicari wisatawan.

Seiring terbukanya rute internasional Singapura – Tanjungpandan oleh Scoot pada Minggu, 3 Mei 2026, pendekatan wisata berbasis cerita ini menjadi semakin relevan.

Wisatawan mancanegara yang datang tidak hanya mencari keindahan lanskap. Mereka juga mencari pengalaman yang memiliki makna dan cerita.

Peran itu kini diisi oleh batu granit Belitung, yang melengkapi lanskap pasir putih dan laut biru sebagai wajah utama pulau ini.

Batu-batu granit raksasa yang tersebar di berbagai titik tidak hanya menghadirkan keindahan visual. Setiap formasinya menyimpan cerita yang hidup di tengah masyarakat.

BACA JUGA: Wisata Belitung Diuji di Penerbangan Perdana Singapura, Akankah Wisatawan Jatuh Cinta?

Cerita tersebut berkembang secara turun-temurun. Tidak selalu tercatat secara tertulis, tetapi tetap bertahan sebagai bagian dari ingatan kolektif masyarakat lokal.

Selama ini, batu granit dikenal sebagai ikon wisata Belitung. Bentuknya unik, tersusun alami, dan berukuran besar. Karakter ini menjadikannya daya tarik yang mudah dikenali wisatawan.

Namun kini, arah pengembangan wisata di Negeri Laskar Pelangi mulai bergeser. Tidak cukup hanya dilihat, tetapi juga harus dirasakan.

Pengunjung tidak lagi sekadar datang untuk berfoto. Mereka mulai mencari pengalaman yang lebih dalam. Mereka ingin memahami cerita pada setiap destinasi yang dikunjungi.

Pendekatan ini mendorong lahirnya wisata berbasis storytelling. Setiap formasi batu granit tidak lagi sekadar bentukan alam, tetapi menjadi bagian dari narasi lokal yang memperkaya pengalaman wisata.

Cerita, kepercayaan, dan narasi lokal mulai diangkat sebagai bagian dari pengalaman wisata yang utuh. Pada titik ini, batu granit tidak lagi sekadar objek foto, tetapi menjadi pintu masuk untuk memahami identitas dan sejarah Belitung.

BACA JUGA: Wisata Belitung: Batu Granit hingga Travel Pattern, Saran Pelaku Sambut Rute Singapura

Menurut Kusumah Kosasih, pelaku pariwisata Belitung, sejumlah batu granit bahkan memiliki nama dan kisah tersendiri yang diwariskan secara turun-temurun.

“Cerita-cerita ini hidup dalam masyarakat. Memang tidak selalu tertulis, tapi justru di situlah letak kekuatannya. Wisatawan jadi tidak hanya melihat, tetapi juga memahami,” ujarnya, Kamis 23 April 2026.

Pengelola travel Belitung Island itu menilai, pengalaman wisata akan terasa lebih dalam jika dilengkapi storytelling yang disampaikan langsung oleh pemandu wisata.

Karena itu, kunjungan ke destinasi batu granit unik ini disarankan menggunakan jasa guide, agar informasi yang diterima lebih utuh dan benar-benar menyentuh.

Tiga lokasi ini menjadi contoh bagaimana lanskap alam dan cerita lokal berpadu menjadi pengalaman wisata yang berbeda.

Berikut tiga batu granit unik Belitung yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga menyimpan mitos serta cerita yang berkembang di tengah masyarakat.

BACA JUGA: Paket Wisata Belitung 2026, Harga dan Itinerary Bikin Liburan Tanpa Ribet

Misteri Batu Buyong, Legenda Prajurit Majapahit 

Batu Buyong Belitung Timur
Batu Buyong Belitung Timur. (Foto: Dinas Pariwisata)

Batu Buyong menjadi salah satu destinasi yang memadukan keunikan fisik dengan kisah legenda yang masih hidup dalam ingatan masyarakat.

Lokasinya berada di Desa Tanjung Batu Itam, Kecamatan Simpang Pesak, Kabupaten Belitung Timur (Beltim).

Jika dilihat sekilas, bentuknya tampak sederhana. Namun ketika diamati lebih dekat, terdapat sejumlah kejanggalan yang memicu rasa penasaran.

Menurut kepercayaan masyarakat, Batu Buyong berkaitan dengan kedatangan prajurit Kerajaan Majapahit ke Pulau Belitung pada masa lampau.

Batu tersebut diyakini sebagai simbol atau penanda wilayah yang pernah didatangi oleh pasukan dari Pulau Jawa.

Awalnya, batu ini disebut hanya berukuran kecil, bahkan digambarkan sebesar kepala bayi. Namun seiring waktu, ukurannya terus bertambah besar hingga kini tingginya melebihi orang dewasa.

“Fenomena ini tentu sulit dijelaskan secara logika, tapi justru menjadi bagian dari daya tariknya,” ujar Kusumah, yang juga pegiat pariwisata Belitung.

Keunikan lain terletak pada posisi batu. Batu Buyong berdiri tegak di atas bidang tanah yang miring dengan kemiringan sekitar 40 derajat.

Dengan bentuk yang relatif bulat, kondisi ini seharusnya membuat batu mudah menggelinding. Namun hingga kini, batu tersebut tetap berdiri di tempatnya.

Kondisi inilah yang kemudian memunculkan berbagai persepsi di masyarakat. Sebagian menganggap Batu Buyong memiliki nilai mistis.

Tidak sedikit pula yang datang ke lokasi tersebut untuk sekadar berdiam diri, bahkan melakukan ritual tertentu.

Meski demikian, bagi wisatawan, Batu Buyong tetap menarik sebagai destinasi unik yang menawarkan cerita berbeda.

Pengunjung disarankan tetap menjaga sikap dan menghormati kepercayaan setempat saat berada di lokasi destinasi.

BACA JUGA: Paket Wisata Premium Belitung Rute Singapura, Cara Baru Nikmati Hidden Paradise Indonesia

Batu Baginda, Raksasa Granit Simbol Pasangan

batu baginda belitung
Batu Baginda di Desa Padang Kandis, Kecamatan Membalong. (Foto: Indonesia Travel)

Berbeda dengan kebanyakan batu granit di Belitung yang berada di pesisir, Batu Baginda justru berdiri kokoh di daratan.

Lokasinya berada di Desa Padang Kandis, Kecamatan Membalong. Dari kejauhan, Batu Baginda tampak seperti bukit atau bahkan gunung kecil.

Ketinggiannya mencapai sekitar 250 meter, menjadikannya salah satu formasi batu granit paling mencolok di Belitung.

Keunikan Batu Baginda atau Baginde tidak hanya pada ukurannya. Di kawasan ini terdapat dua batu besar yang berdampingan.

“Masyarakat setempat meyakini kedua batu tersebut melambangkan pasangan laki-laki dan perempuan,” cerita Kusumah.

Kepercayaan ini kemudian berkembang menjadi bagian dari nilai sakral kawasan tersebut. Sebagian orang bahkan mengaitkannya dengan doa, harapan, hingga ritual tertentu.

Namun di luar sisi mitos, Batu Baginda juga menawarkan pengalaman wisata yang menarik. Wisatawan dapat mendaki hingga ke puncak untuk menikmati panorama alam dari ketinggian.

Dari atas, hamparan laut, garis pantai, hingga hutan hijau terlihat jelas. Saat sore hari, suasana semakin memikat dengan cahaya matahari yang perlahan meredup di ufuk barat.

Angin yang sepoi-sepoi dan suasana yang relatif tenang menjadikan kawasan ini cocok untuk bersantai.

Batu Baginda menghadirkan kombinasi antara tantangan, pemandangan, dan cerita yang membuat pengalaman wisata terasa lebih lengkap.

Batu Garuda, Ikon Alam yang Terbentuk Sempurna

Batu Garuda Belitung
Batu Garuda Belitung. (Foto: belitungisland.com)

Destinasi berikutnya adalah Batu Garuda yang berada di kawasan Pantai Tanjung Kelayang, Desa Keciput, Kecamatan Sijuk, Belitung.

Sesuai namanya, batu ini memiliki bentuk menyerupai kepala burung garuda. Meski hanya terlihat pada bagian kepala, siluetnya cukup jelas dan menjadi daya tarik tersendiri.

Yang menarik, bentuk ini terbentuk secara alami tanpa campur tangan manusia. Hingga kini, tidak ada catatan pasti mengenai asal-usul terbentuknya batu tersebut.

Lokasinya yang berada di lepas pantai membuat Batu Garuda juga dikenal sebagai Pulau Batu Garuda.

Kawasan ini menjadi bagian dari jalur island hopping yang populer di Belitung. “Wisatawan biasanya mengunjungi lokasi ini dalam satu rangkaian perjalanan wisata,” ungkap Kusumah.

Selain menikmati bentuk batu yang unik, wisatawan juga dapat menikmati kejernihan air laut, pasir putih yang halus, serta suasana pulau kecil yang relatif tenang.

Bagi pecinta fotografi, Batu Garuda menjadi salah satu spot favorit. Bentuknya yang khas dan posisinya di tengah laut menciptakan komposisi visual yang kuat.

Tidak hanya itu, kawasan ini juga menyimpan potensi eksplorasi. Terdapat goa batu granit dan telaga alami yang dikenal sebagai Telaga Bidadari.

Namun untuk mencapai lokasi tersebut, wisatawan perlu melakukan penjelajahan lebih lanjut. Karena itu, disarankan tetap didampingi pemandu wisata agar perjalanan lebih aman dan terarah.

Selain itu, wisatawan juga diingatkan untuk menjaga kelestarian kawasan. Aktivitas vandalisme atau perusakan batu granit sangat tidak dianjurkan.

BACA JUGA: 6 Keunikan Batu Granit Pantai Belitung dan Asal-usulnya, Bikin Wisatawan Takjub

Batu Granit Unik Belitung Jadi Kekuatan Wisata

Jika dirangkai, ketiga destinasi ini menunjukkan bahwa batu granit unik Belitung tidak hanya menghadirkan keindahan visual, tetapi juga cerita yang memperkaya pengalaman wisata.

Mulai dari legenda Majapahit di Batu Buyong, simbol pasangan di Batu Baginda, hingga keunikan alami Batu Garuda, semuanya membentuk narasi yang membuat wisata terasa lebih hidup.

Pendekatan ini dinilai perlu terus diperkuat dalam pengembangan pariwisata Belitung. Wisata tidak lagi hanya soal destinasi, tetapi juga pengalaman. Tidak hanya melihat, tetapi juga memahami.

Dengan dukungan pemandu wisata, setiap cerita dapat disampaikan secara lebih utuh dan kontekstual, sehingga memberi kesan yang lebih mendalam bagi wisatawan.

“Di sinilah wisata Belitung menemukan kekuatannya. Bukan hanya pada lanskap yang indah, tetapi juga pada cerita batu granit unik yang membekas,” tandas Kusumah.

Tags: Batu BagindaBatu BuyongBatu Garudabatu granit Belitungmitos Belitungwisata Belitungwisata unik

Related Posts

pariwisata belitung
Wisata

Pariwisata Belitung Punya Segalanya, Mengapa Dampak Ekonomi Belum Maksimal?

25 April 2026
Wisata Belitung Pantai Tanjung Tinggi
Wisata

Wisata Belitung Diuji di Penerbangan Perdana Singapura, Akankah Wisatawan Jatuh Cinta?

22 April 2026
wisata belitung batu granit
Wisata

Wisata Belitung: Batu Granit hingga Travel Pattern, Saran Pelaku Sambut Rute Singapura

21 April 2026
Load More
Next Post
pariwisata belitung

Pariwisata Belitung Punya Segalanya, Mengapa Dampak Ekonomi Belum Maksimal?

Belitung-Vibe-2026

Follow Us

KANAL

  • Bangka Belitung
  • Gadget
  • Human Story
  • Kredit & Pinjaman
  • Nasional
  • Wisata
  • Privacy Policy
  • About
  • Pedoman Pemberitaan

© 2026 BelitungVibe.id All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Bangka Belitung
    • Nasional
  • Tech
    • Gadget
    • Aplikasi
  • Otomotif
    • Motor
    • Mobil
  • Lifestyle
    • Kuliner
    • Wisata
  • Popnews
    • Viral
    • Human Story
  • Cuan
    • Tips Investasi
    • Kredit & Pinjaman

© 2026 BelitungVibe.id All Rights Reserved