BELITUNGVIBE.ID – Wisata Belitung selain pantai menjadi alternatif baru bagi wisatawan seiring dibukanya rute internasional Singapura – Tanjungpandan pada 3 Mei 2026.
Selama ini Belitung identik dengan pantai berpasir putih, air laut jernih, dan batu granit raksasa yang membentuk lanskap ikonik. Citra tersebut sudah melekat kuat dan menjadi alasan utama banyak wisatawan datang.
Sementara itu, Belitung tidak hanya tentang laut. Di balik garis pantainya, daratan pulau ini menyimpan beragam destinasi dengan pengalaman yang berbeda.
Destinasi wisata alam di Negeri Laskar Pelangi, mulai dari hutan tropis hingga lanskap unik bekas tambang, kini berkembang menjadi daya tarik baru.
Pembukaan rute internasional Singapura – Tanjungpandan yang dijadwalkan mulai 3 Mei 2026 menjadi momentum penting dalam memperluas cara wisatawan menikmati negeri timah.
Akses yang semakin singkat membuat pulau ini tidak lagi dipandang sebagai destinasi jauh. Belitung mulai dilihat sebagai pilihan realistis untuk liburan singkat, bahkan dalam format akhir pekan.
Dengan waktu tempuh sekitar satu jam dari Singapura, wisatawan mancanegara kini memiliki fleksibilitas lebih besar dalam menyusun perjalanan.
Para pelancong tidak hanya datang untuk menikmati island hopping, tetapi juga mulai mencari pengalaman yang lebih dalam dan beragam.
Perubahan ini terlihat dari kecenderungan wisatawan yang tidak lagi hanya mengejar destinasi populer. Mereka mulai tertarik pada pengalaman yang lebih tenang, lebih personal, dan memberikan kesan yang lebih lama.
Di titik inilah wisata Belitung, bagian dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mulai menemukan momentum baru di luar destinasi pantai.
Pulau ini menawarkan kombinasi yang cukup lengkap. Hutan tropis masih terjaga, air terjun tersembunyi, kawasan geowisata, hingga danau eks tambang dengan warna air yang tidak biasa, semuanya menghadirkan perspektif baru tentang Belitung.
Bukan sekadar alternatif, tetapi pelengkap yang memperkaya pengalaman perjalanan wisata secara keseluruhan.
Berikut 12 destinasi wisata Belitung selain pantai yang layak masuk dalam rencana perjalanan, khususnya bagi wisatawan rute Singapura – Tanjungpandan yang ingin mengeksplorasi pulau ini lebih jauh.
BACA JUGA: 3 Batu Granit Unik Belitung dan Mitosnya, dari Majapahit hingga Batu Garuda
1. Bukit Peramun, Ekowisata Hidup dari Alam dan Masyarakat

Di Desa Air Selumar, Kecamatan Sijuk, Bukit Peramun menjadi contoh bagaimana wisata berbasis komunitas berkembang secara berkelanjutan.
Kawasan ini tidak hanya menawarkan trekking ringan di tengah hutan tropis, tetapi juga pengalaman melihat tarsius langsung di habitat aslinya.
Suasana hutan yang masih terjaga memberikan sensasi berbeda. Tidak ramai, tidak bising, dan terasa lebih dekat dengan alam.
Aktivitas tarsius watching biasanya dilakukan menjelang malam, memberi pengalaman yang jarang ditemukan di destinasi lain.
2. Batu Begalang, Lanskap Granit di Tengah Hutan
Batu Begalang di Desa Kelubi, Manggar, menghadirkan pemandangan yang unik. Formasi batu granit raksasa berdiri di tengah hutan, menciptakan kontras visual yang dramatis.
Di malam hari, kawasan ini dikenal dengan aktivitas Kelaras Watching. Minimnya polusi cahaya membuat suasana terasa lebih alami, cocok untuk fotografi maupun sekadar menikmati suasana malam yang sunyi.
3. Gunong Lumut, Hutan Sejuk dengan Sentuhan Budaya
Gunong Lumut di Desa Limbongan, Gantung, Kabupaten Belitung Timur menawarkan pengalaman yang lebih dari sekadar panorama.
Hutan hujan tropis yang lembap dan sejuk menjadi latar alami bagi aktivitas budaya lokal seperti Lesong Ketintong.
Di tempat ini, wisatawan tidak hanya melihat alam, tetapi juga merasakan interaksi antara manusia dan lingkungan yang masih terjaga.
4. Prepat Kubing, Panggung Alami Menyambut Matahari
Bagi pencinta fotografi, Prepat Kubing di Membalong menjadi salah satu spot terbaik untuk berburu matahari terbit. Lanskap perbukitan yang terbuka menciptakan siluet yang dramatis saat pagi hari.
Perjalanan menuju lokasi wisata alam di Desa Perpat ini relatif mudah, namun tetap memberi sensasi petualangan ringan yang menyenangkan.
5. Gurok Beraye, Air Terjun di Tengah Hutan Liar
Berada di kawasan Gunong Tajam, Gurok Beraye dikenal sebagai air terjun tertinggi di Pulau Belitung.
Lokasinya yang tersembunyi di Desa Kacang Butor, Kecamatan Badau, membuat perjalanan ke sini menjadi bagian dari pengalaman itu sendiri.
Trekking menembus hutan memberikan sensasi eksplorasi yang autentik. Setiap langkah terasa membawa wisatawan lebih dekat ke alam yang masih murni.
6. Limsum Kawai, Tenang di Balik Perbukitan
Tidak semua wisata harus penuh aktivitas. Limsum Kawai di kawasan Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung menawarkan ketenangan.
Terletak di Desa Simpang Rusa, air terjun ini relatif sepi dari kunjungan massal. Suara air dan suasana alam menjadi elemen utama yang membuat tempat ini terasa menenangkan.
7. Gurok Meranti, Ruang untuk Slow Travel
Gurok Meranti di kawasan Desa Simpang Tige, Kecamatan Simpang Renggiang, Belitung Timur, mulai dikenal sebagai destinasi slow travel.
Area camping yang tersedia memungkinkan wisatawan menghabiskan waktu lebih lama, jauh dari ritme cepat kehidupan sehari-hari.
Air terjun, hutan, dan suasana terbuka menjadi kombinasi yang cocok bagi mereka yang ingin benar-benar beristirahat.
8. Open Pit Nam Salu, Transformasi Bekas Tambang

Di Desa Senyubuk, Kecamatan Kelapa Kampit, Belitung Timur, Open Pit Nam Salu menjadi simbol perubahan. Bekas tambang timah kini berubah menjadi danau biru toska yang memikat.
Lanskap ini tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga menyimpan cerita tentang bagaimana lingkungan bisa bertransformasi menjadi ruang baru yang bernilai.
9. Garumedang Tektites, Jejak Langit di Tanah Belitung
Situs Garumedang Tektites di Desa Sukamandi, Kecamatan Damar, Belitung Timur menawarkan sesuatu yang berbeda. Batu satam yang ditemukan di sini diyakini berasal dari meteorit.
Bagi wisatawan yang tertarik pada geologi, tempat ini memberikan perspektif baru tentang Pulau Belitung, tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran.
10. Batu Mentas, Alam dan Konservasi Bertemu
Batu Mentas di Desa Badau, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung, menghadirkan kombinasi wisata alam dan edukasi.
Sungai yang jernih berpadu dengan program rehabilitasi tarsius menjadikan tempat ini cocok untuk wisata keluarga.
Pengalaman di sini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberi pemahaman tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.
11. Keretak Nibong, Jejak Perjalanan Masa Lalu
Keretak Nibong di Desa Balok, Kecamatan Dendang, menyimpan nilai sejarah. Sungai ini pernah menjadi jalur peradaban, dan kini menjadi destinasi ekowisata yang tenang.
Aktivitas seperti susur sungai dan pengamatan burung memberikan pengalaman yang lebih reflektif di Kabupaten Belitung Timur.
12. Tebat Rasau, Sungai Purba yang Masih Hidup

Di Desa Lintang, Simpang Renggiang, Belitung Timur, Geosite Tebat Rasau dikenal sebagai salah satu ekosistem air purba Pulau Belitung.
Keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya menjadikan tempat ini penting, tidak hanya secara wisata, tetapi juga konservasi.
Wisatawan dapat melihat langsung bagaimana alam bekerja dalam keseimbangan yang jarang ditemukan.
BACA JUGA: Paket Wisata Belitung 2026, Harga dan Itinerary Bikin Liburan Tanpa Ribet
Tren Wisata Belitung Selain Pantai 2026
Seiring terbukanya akses internasional, pola wisata juga mulai berubah. Wisatawan tidak lagi hanya mencari destinasi pantai populer, tetapi pengalaman yang lebih bermakna.
Konsep seperti slow travel semakin relevan. Waktu tidak lagi dikejar, tetapi dinikmati. Interaksi dengan alam dan masyarakat menjadi bagian dari perjalanan.
Belitung, dengan karakter alamnya yang tenang, berada di posisi yang tepat untuk menjawab tren ini. Kini, menjelajahi daratan Belitung membutuhkan persiapan yang berbeda dari wisata pantai.
Gunakan pemandu lokal, terutama untuk lokasi yang masih alami. Pilih waktu kunjungan pagi atau sore hari agar lebih nyaman. Gunakan perlengkapan yang sesuai, dan yang terpenting, tetap menjaga kebersihan serta kelestarian alam.
Belitung pada akhirnya bukan hanya tentang pantai. Pulau ini menawarkan ruang untuk menikmati perjalanan dengan cara yang berbeda. Lebih tenang, lebih dalam, dan lebih personal.
Dengan hadirnya penerbangan internasional rute Singapura – Tanjungpandan, peluang untuk mengenal Belitung secara utuh semakin terbuka.
Bagi wisatawan mancanegara yang mencari pengalaman, bukan sekadar destinasi, Negeri Laskar Pelangi memiliki banyak hal yang menunggu untuk ditemukan.





