BELITUNGVIBE.ID – Rencana pembangunan pabrik kelapa dan dermaga terpadu di Selat Nasik, Kabupaten Belitung, membuka peluang pengembangan ekonomi berbasis komoditas lokal Pulau Mendanau.
Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani, meninjau langsung potensi lokasi tersebut untuk melihat peluang investasi yang diharapkan dapat menambah nilai jual kelapa dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
Peninjauan dilakukan di Desa Selat Nasik, Kecamatan Selat Nasik, Selasa (27/10/2026). Pengembangan ini diarahkan untuk menghubungkan sektor perkebunan dengan industri pengolahan dan distribusi hasil produksi.
Jika terealisasi, kelapa yang selama ini dipasarkan sebagai bahan mentah berpeluang diolah menjadi produk bernilai tambah. Kehadiran industri juga diharapkan membuka kesempatan usaha bagi petani dan warga yang terlibat dalam rantai produksi.
Pabrik Kelapa Jadi Peluang Pengembangan Ekonomi Lokal
Rencana pembangunan pabrik pengolahan kelapa menjadi salah satu upaya mendorong industri hilir di Selat Nasik. Melalui pengolahan di daerah asal, nilai ekonomi komoditas diharapkan tidak hanya dinikmati dari penjualan bahan mentah.
Kelapa memiliki potensi untuk diolah menjadi beragam produk turunan. Namun, jenis produk yang akan dihasilkan nantinya bergantung pada kapasitas pabrik, teknologi yang digunakan, kebutuhan pasar, dan kelayakan investasi.
Pengembangan industri juga berpotensi menciptakan peluang kerja di luar sektor budidaya. Kegiatan pengumpulan bahan baku, pengolahan, pengemasan, hingga distribusi dapat membuka ruang usaha baru bagi masyarakat setempat.
Agar manfaatnya berkelanjutan, kesiapan pasokan kelapa menjadi salah satu faktor penting. Kemitraan antara pengelola pabrik dan petani juga perlu diperhitungkan agar masyarakat memiliki akses terhadap pasar yang lebih pasti.
Dermaga Terpadu Diharapkan Memperlancar Distribusi
Selain pabrik kelapa, rencana pengembangan di Pulau Mendanau mencakup pembangunan dermaga penyeberangan terpadu. Infrastruktur ini diproyeksikan mendukung mobilitas barang dan memperlancar pengiriman hasil produksi menuju pasar yang lebih luas.
Konektivitas laut memiliki peran penting bagi kegiatan ekonomi wilayah kepulauan. Biaya angkutan, jadwal pelayaran, kapasitas pengiriman, dan akses menuju pusat perdagangan dapat memengaruhi harga jual serta daya saing produk lokal.
Integrasi pabrik dengan dermaga diharapkan membantu memperlancar distribusi komoditas. Meski demikian, besarnya potensi penghematan biaya logistik masih memerlukan perhitungan berdasarkan desain fasilitas, pola angkutan, dan kebutuhan operasional.
Gubernur Babel Hidayat Arsani menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah daerah, pelaku usaha, kelompok tani, dan calon investor untuk mengembangkan ekonomi masyarakat.
“Sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, kelompok tani, hingga calon investor menjadi kunci utama untuk mendorong perekonomian berbasis kerakyatan, khususnya di wilayah pulau-pulau kecil seperti Selat Nasik ini, sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat,” ujar Hidayat Arsani, dikutip dari portal Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Pemerintah Desa Berharap Investasi Segera Terwujud
Kepala Desa Selat Nasik, Anuar, menyambut positif kunjungan gubernur untuk meninjau potensi wilayah dan lokasi yang direncanakan bagi pembangunan fasilitas pengolahan kelapa.
Ia mengapresiasi perhatian pemerintah provinsi terhadap peluang pengembangan ekonomi desa. Anuar berharap rencana investasi tersebut dapat diwujudkan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi warga.
“Kami sangat bangga dan berterima kasih atas kunjungan Gubernur ke desa kami. Kami berharap rencana investasi ini dapat terealisasi secara berkelanjutan demi kesejahteraan warga,” ujar Anuar.
Peninjauan tersebut turut dihadiri Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat, Danlanud H.AS Hanandjoeddin Letkol (Nav) Maruli Tua Sinambela, Direktur Keuangan Bank Sumsel Babel Amrul Muslimin, jajaran kepala perangkat daerah dan biro terkait, pemerintah desa, serta mitra strategis lainnya.
Realisasi Investasi Menjadi Penentu Manfaat Ekonomi
Rencana pabrik kelapa dan dermaga terpadu menempatkan Selat Nasik sebagai salah satu wilayah yang berpotensi dikembangkan melalui penguatan industri hilir. Namun, peninjauan lokasi belum berarti pembangunan telah dimulai atau investasi sudah dipastikan terealisasi.
Kepastian komitmen investor, kelayakan usaha, pembiayaan, perizinan, dan jadwal pembangunan menjadi sejumlah hal yang perlu ditindaklanjuti. Ketersediaan bahan baku dan kepastian pasar juga akan menentukan keberlanjutan operasional industri.
Keterlibatan masyarakat perlu menjadi bagian penting dalam perencanaan. Kemitraan dengan petani kelapa, perekrutan tenaga kerja lokal, dan peluang bagi usaha mikro untuk masuk dalam rantai pasok dapat membantu memperluas manfaat ekonomi.
Jika rencana tersebut terealisasi dengan dukungan infrastruktur dan pasar yang memadai, Selat Nasik berpeluang memperoleh nilai tambah dari komoditas kelapa. Dampak jangka panjangnya akan bergantung pada keberlanjutan investasi dan seberapa besar masyarakat setempat dilibatkan dalam kegiatan produksi hingga distribusi. (*)





