TANJUNGPANDAN, BELITUNGVIBE.ID – Rute penerbangan Belitung–Singapura yang dilayani maskapai Scoot resmi dibuka mulai 3 Mei 2026.
Penjualan tiket rute Singapura–Tanjungpandan (PP) juga telah dirilis melalui situs resmi pemesanan maskapai, booking.flyscoot.com.
Dari hasil penelusuran BelitungVibe.id di sejumlah platform, harga tiket sekali jalan terpantau berada di kisaran Rp500 ribuan.
Seperti di aplikasi Traveloka, tiket rute Tanjungpandan (TJQ) menuju Singapura (SIN) pada Minggu, 3 Mei 2026 dibanderol sekitar Rp555.700 per penumpang untuk kelas ekonomi.
Penerbangan ini dijadwalkan berangkat dari Bandara H.AS Hanandjoeddin pukul 06.50 WIB dan tiba pukul 09.30 waktu setempat, dengan durasi sekitar 1 jam 40 menit tanpa transit.
Harga tersebut menjadi salah satu yang paling kompetitif untuk penerbangan internasional langsung dari daerah. Namun, tiket promo umumnya memiliki ketentuan terbatas, seperti belum termasuk bagasi tercatat.
Ketua DPRD Belitung, Vina Cristyn Ferani, menyambut positif dibukanya kembali jalur internasional tersebut. Ia menilai kehadiran rute ini menjadi titik balik penting bagi konektivitas Belitung dengan dunia luar.
“Ini bukan sekadar penerbangan baru, tetapi momentum besar bagi kebangkitan pariwisata Belitung,” ujar Vina Cristyn Ferani, Kamis 9 April 2026.
BACA JUGA: Hotel Belitung View Pulau Lengkuas: Sensasi Menginap di Dataran Tinggi Tanjung Binga
Akses Langsung ke Hub Internasional
Penerbangan Belitung-Singapura atau sebaliknya akan dilayani dengan frekuensi awal dua kali dalam sepekan, yakni setiap Rabu dan Minggu.
Skema ini membuka akses lebih luas bagi wisatawan mancanegara melalui Singapura sebagai salah satu hub penerbangan tersibuk di kawasan Asia Tenggara.
Keunggulan utama rute ini adalah penerbangan langsung tanpa transit. Waktu tempuh menjadi lebih singkat, sekaligus meningkatkan daya tarik Belitung sebagai destinasi wisata tropis yang semakin mudah dijangkau.
Dampak ke Pariwisata dan UMKM Belitung

Kembalinya status internasional Bandara H.AS Hanandjoeddin membuka peluang besar bagi sektor pariwisata. Arus wisatawan mancanegara diprediksi meningkat, terutama dari Singapura dan negara-negara yang terhubung melalui hub tersebut.
Efeknya tidak hanya dirasakan sektor wisata. UMKM, perhotelan, transportasi lokal, hingga ekonomi kreatif diyakini ikut terdorong. Perputaran ekonomi daerah berpotensi meningkat seiring bertambahnya kunjungan wisata.
Ketua DPRD Belitung, Vina Cristyn Ferani, menekankan pentingnya kesiapan semua pihak dalam menyambut peluang ini. Ia menyoroti kualitas layanan, kebersihan destinasi, hingga keramahan masyarakat sebagai faktor kunci.
“Momentum ini harus kita jaga bersama. Jangan sampai peluang besar ini terlewat,” tegas politisi PDI Perjuangan itu.
Dengan harga tiket yang kompetitif dan akses langsung ke luar negeri, Belitung kini kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu destinasi yang semakin diperhitungkan di kancah internasional.
BACA JUGA: 6 Keunikan Batu Granit Pantai Belitung dan Asal-usulnya, Bikin Wisatawan Takjub
Jadwal Operasional Rute Scoot ke Belitung
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Belitung juga telah memastikan jadwal operasional rute internasional ini mulai awal Mei 2026.
Kepastian tersebut disampaikan Bupati Belitung, Djoni Alamsyah, usai memimpin rapat persiapan teknis. Ia menegaskan maskapai Scoot telah memberikan konfirmasi resmi.
“Mulai 3 Mei maskapai Scoot akan melayani rute penerbangan langsung dari Singapura ke Belitung. Ini sudah positif karena mereka sudah bersurat,” ujar Djoni.
Pada tahap awal, penerbangan dijadwalkan dua kali dalam sepekan, setiap Rabu dan Minggu. Jika tingkat keterisian penumpang stabil, frekuensi penerbangan berpeluang ditingkatkan secara bertahap.
Singapura Jadi Hub, Akses Wisatawan Makin Luas
Pemerintah daerah memproyeksikan Singapura sebagai pintu masuk utama wisatawan mancanegara menuju Belitung. Dengan konektivitas global yang kuat, wisatawan dari berbagai negara kini dapat menjangkau Belitung dengan lebih mudah.
Langkah ini merupakan hasil komunikasi yang telah dibangun sejak kunjungan kerja ke Singapura pada Juni 2025. Pihak Scoot juga sudah melakukan survei kelayakan langsung ke Belitung pada November tahun lalu.
“Nanti Singapura yang akan menerbangkan wisatawan ke Belitung, terutama mereka yang memiliki kedekatan historis dan emosional dengan daerah kita,” kata Djoni Alamsyah.
BACA JUGA: Rekomendasi Hotel di Belitung Dekat Pantai Tanjung Kelayang, Lokasi Strategis & Nyaman
Dorong Ekonomi dan Pariwisata Berbasis Lingkungan
Kembalinya status internasional Bandara H.AS Hanandjoeddin diyakini akan memperkuat sektor pariwisata sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
Peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara diproyeksikan berdampak langsung pada sektor perhotelan, UMKM, transportasi, hingga ekonomi kreatif di daerah.
Di sisi lain, Belitung mengandalkan kekuatan alam sebagai daya tarik utama. Lingkungan yang masih asri, udara bersih, serta suasana yang tenang menjadi nilai jual yang sulit ditiru destinasi lain.
“Kita ingin membawa wisatawan menikmati alam yang bersih dan lingkungan yang tenang. Ini kekuatan utama kita,” tegas Djoni Alamsyah.
Dengan pendekatan pariwisata berbasis lingkungan, Belitung optimistis tidak hanya mampu bersaing di pasar global, tetapi juga menjaga keberlanjutan jangka panjang. (Sumber: Belitong Ekspres)





