BELITUNGVIBE.ID – Belitong Geopark Run 2027 dipastikan digelar di kawasan Pantai Tanjung Kelayang, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung.
Ajang lari yang masuk rangkaian Geopark Run Series itu dijadwalkan berlangsung pada 18 April 2027 mendatang.
Event tersebut dibidik menjadi penggerak pariwisata sekaligus memperkuat citra Belitung sebagai destinasi sport tourism.
Tak hanya menghadirkan kompetisi olahraga, event ini juga diproyeksikan memberi dampak bagi sektor perhotelan, UMKM, transportasi hingga promosi budaya lokal.
Bagi Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), gelaran tersebut dipandang lebih dari sekadar lomba lari.
Pemerintah daerah melihat Geopark Run Series sebagai peluang menarik wisatawan sekaligus memperkuat citra Belitung sebagai destinasi sport tourism.
Selain itu, event ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi lokal dan memperkenalkan potensi Pulau Belitung kepada peserta dari berbagai daerah.
Kepastian Belitung menjadi tuan rumah diumumkan dalam acara launching Geopark Run Series yang turut dihadiri Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.
Turut hadir Founder Geopark Run Series Tri Saputra, Ketua Pelaksana Geopark Run Series Ihsan Ramadhi Putra, Sekretaris Daerah Belitung Marzuki, serta sejumlah kepala daerah dan sponsor pendukung.
Peluncuran diawali sambutan Menteri Pariwisata dan dilanjutkan dialog bersama media serta komunitas pelari dari berbagai daerah.
Acara kemudian ditutup dengan penampilan jersey dari masing-masing geopark yang tergabung dalam rangkaian event tersebut.
Belitung Masuk Rangkaian Geopark Run Series Nasional
Belitung menjadi salah satu daerah yang masuk dalam rangkaian Geopark Run Series bersama Banyuwangi, Bukittinggi dan Sukabumi.
Rangkaian event dimulai lewat Ijen Geopark Run pada 23 Agustus 2026 di Banyuwangi, Jawa Timur.
Setelah itu, Minangkabau Geopark Run akan berlangsung pada 25 Oktober 2026 di kawasan Jam Gadang, Sumatera Barat.
Kemudian Ciletuh Geopark Run dijadwalkan berlangsung pada 17 Januari 2027 di Pantai Palangpang, Sukabumi.
Sementara Belitong Geopark Run menjadi salah satu seri penutup yang akan digelar pada 18 April 2027 di Pantai Tanjung Kelayang, Belitung.
Pemilihan Belitung sebagai tuan rumah dinilai sejalan dengan status geopark dan kekuatan sektor pariwisata yang dimiliki daerah.
BACA JUGA: Lomba Vlog Wisata Belitung, Ajang Kreatif Pelajar Promosikan Pesona Negeri Laskar Pelangi
Belitong Geopark Run Dorong Sport Tourism Belitung

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Belitung, Edi Usdianto, mengatakan pemerintah daerah siap mendukung penuh penyelenggaraan Belitong Geopark Run.
Menurut dia, event tersebut tidak hanya menghadirkan kompetisi olahraga. Belitong Geopark Run juga dinilai menjadi momentum memperkuat citra Belitung sebagai destinasi wisata berbasis olahraga atau sport tourism.
“Dispora siap berkolaborasi dan mendukung event ini untuk mengangkat kembali pariwisata serta menjadikan Belitung sebagai kota sport tourism dan experience,” kata Edi Usdianto, Sabtu 23 Mei 2026, seperti dilansir dari Belitong Ekspres.
Ia menjelaskan Belitong Geopark Run akan mempertandingkan tiga kategori lomba, yakni 5 Kilometer (5K), 10 Kilometer (10K), dan Half Marathon 21 Kilometer (21K).
Kategori tersebut ditargetkan mampu menarik pelari dari berbagai daerah, termasuk peserta dari luar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Semakin banyak peserta yang datang, dampaknya diperkirakan ikut dirasakan sektor lain seperti perhotelan, kuliner, transportasi lokal hingga pelaku UMKM.
BACA JUGA: Gerbang Wisata Belitung, Terminal Baru Bandara Wajib Cerminkan Identitas Daerah
UMKM dan Seni Budaya Belitung Ikut Disiapkan
Belitung tidak hanya menyiapkan arena lomba. Pemerintah daerah juga berencana menghadirkan kegiatan pendukung agar peserta mendapat pengalaman lebih selama berada di Pulau Belitung.
Mulai dari kreasi anak muda, produk UMKM hingga pertunjukan seni budaya lokal akan dilibatkan dalam event tersebut.
“Belitung siap dengan kegiatan-kegiatan kreasi anak muda, kreasi UMKM, serta penampilan seni budaya Belitong untuk mendukung acara tersebut. Kita ingin menghibur para runner dari luar daerah dengan keunikan dan potensi Pulau Belitong,” ujar Edi.
Konsep ini dinilai penting karena tren wisata olahraga saat ini tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga pengalaman destinasi.
Peserta umumnya datang lebih lama untuk menikmati suasana daerah penyelenggara. Kondisi itu membuka peluang perputaran ekonomi bagi pelaku usaha lokal.
BACA JUGA: Hotel Instagramable di Belitung Ini Cocok untuk Wisatawan Rute Singapura
Pantai Tanjung Kelayang Cocok Jadi Lokasi Event

Sekretaris Daerah Belitung Marzuki mengatakan Geopark Run Series menjadi momentum promosi daerah yang menggabungkan olahraga, pariwisata, dan pelestarian geopark dalam satu kegiatan.
“Pemkab Belitung menyambut baik event itu dan kita memang memiliki geopark, dan Geopark Run Series itu sport tourism yang akan digelar pada bulan April,” kata Marzuki.
Menurutnya, pemilihan April sebagai waktu pelaksanaan bukan tanpa alasan. Bulan tersebut diperkirakan sudah melewati musim hujan sehingga memberi kenyamanan lebih bagi wisatawan maupun peserta lomba.
Marzuki menilai konsep sport tourism menjadi salah satu strategi efektif menarik kunjungan wisata ke Negeri Laskar Pelangi.
Tidak hanya sektor pariwisata yang berpotensi bergerak, tetapi juga hotel, UMKM, transportasi hingga jasa pendukung lainnya.
Belitung Siap Sambut Dampak Ekonomi Event Lari
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung menyebut koordinasi mulai dimatangkan sejak sekarang.
Dispora akan bekerja sama dengan organisasi perangkat daerah (OPD) lain untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan.
Secara umum, Pemkab Belitung menyatakan siap mendukung pelaksanaan Belitong Geopark Run 2027.
“Dengan sinergi tersebut, Belitung menyatakan kesiapannya untuk menyukseskan gelaran sport tourism tahun 2027,” tandas Marzuki.
Jika berjalan sesuai harapan, penyelenggaraan Belitong Geopark Run diproyeksikan tidak hanya menjadi agenda olahraga.
Lebih jauh, event ini diharapkan menjadi pintu masuk baru bagi promosi pariwisata Belitung sekaligus memperkuat posisi Pulau Belitung sebagai destinasi wisata olahraga di Indonesia. (*)



