MANGGAR, BELITUNGVIBE.ID – Film pendek siswa SMAN 1 Manggar berjudul “Di Akhir Perjalanan, Aku Pulang” sukses meraih Juara II nasional di Labs Film Festival 2026.
Cerita emosional yang diangkat dalam film ini berhasil menyentuh hati para juri dan mengantarkan karya pelajar Belitung Timur (Beltim) bersaing di level nasional.
Prestasi di ajang festival film pendek nasional 2026 tersebut menjadi catatan penting bagi perkembangan ekosistem kreatif pelajar di daerah.
Dari Belitung Timur, tim JURNIFO (Jurnalis dan Fotografi) SMAN 1 Manggar menunjukkan bahwa karya yang lahir dari ruang belajar sederhana mampu menembus panggung lebih luas.
Dalam ajang Labs Film Festival 2026 yang digelar oleh SMA Labschool Jakarta pada Jumat, 10 April 2026, tim JURNIFO berhasil meraih posisi Juara II nasional.
Mereka tampil melalui film berjudul “Di Akhir Perjalanan, Aku Pulang”, sebuah karya yang menonjol karena kekuatan cerita dan kedalaman emosi.
Kompetisi ini menghadirkan tiga juri profesional di bidang perfilman, serta satu juri tamu istimewa, yakni Riri Riza. Nama besar di balik film Petualangan Sherina, Ada Apa dengan Cinta?, Gie, hingga Laskar Pelangi ini menjadi tolok ukur kualitas dalam kompetisi tersebut.
Kehadirannya juga memberi warna tersendiri dalam proses penilaian, sekaligus memacu peserta dari berbagai daerah di Indonesia untuk menampilkan karya terbaik mereka.
Keberhasilan ini sekaligus menegaskan bahwa film pendek pelajar SMAN 1 Manggar tidak lagi sekadar karya tugas sekolah.
Akan tetapi karya mereka sudah mampu berkembang menjadi medium ekspresi yang kuat, dengan standar produksi dan narasi semakin matang.
BACA JUGA: Kisah Ella Suherman Angkat Potensi Lidi Nipah Belitung Jadi Karya Bernilai Ekonomi Tinggi
Cerita Sederhana, Tapi Mengena

Film “Di Akhir Perjalanan, Aku Pulang” mengangkat tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Tentang keluarga, pencarian jati diri, dan makna pulang sebagai ruang emosional yang hangat.
Judulnya sederhana. Namun justru di situlah kekuatannya. Cerita yang dibangun terasa jujur, mengalir, dan mudah terhubung dengan penonton.
Dari awal hingga akhir, emosi yang dihadirkan terasa konsisten dan tidak dibuat-buat. Inilah yang membuat film tersebut mampu menyentuh juri.
Fathur Rahman memerankan tokoh utama dengan karakter yang cukup kuat dan natural. Ia dipasangkan dengan Rasmidiah Bekti yang tampil sebagai sosok ibu penuh kasih, menghadirkan kedalaman emosi dalam setiap adegan.
Kehadiran pemeran pendukung seperti Andre Renata, Arasya Radesta, hingga Hariyanto turut memperkaya cerita. Setiap peran hadir dengan porsi yang pas, saling menguatkan, dan membuat alur film terasa utuh.
Digarap Total oleh Tim Muda

Di balik layar, film ini lahir dari kerja kolektif tim JURNIFO 4U yang digarap dengan keseriusan sejak tahap awal produksi.
Bukan sekadar proyek pelajar, prosesnya film pendek siswa SMAN 1 Manggar dijalankan dengan pendekatan yang terstruktur dan matang.
Jessica Amanda Putri dipercaya sebagai sutradara sekaligus penulis naskah. Ia menjadi penggerak utama dalam membangun alur cerita yang emosional, namun tetap relevan dan dekat dengan realitas.
Di sisi produksi, Carlissia Floren mengambil peran sebagai produser yang memastikan seluruh proses berjalan rapi. Sementara kekuatan visual ditangani oleh Daniel Anlindra Kenanga dan Ezrano Anlindra Asoka di bagian sinematografi, menghadirkan gambar yang mendukung emosi cerita.
Tahap penyuntingan dipercayakan kepada Andre Renata bersama Diva Alfiransyah. Sentuhan akhir melalui musik yang digarap Abraham Calvin Paju membuat suasana film terasa lebih hidup dan menyatu di setiap adegan.
Seluruh elemen ini bekerja dalam satu visi yang sama. Hasilnya bukan hanya film pelajar, tetapi sebuah karya yang mampu berdiri sejajar dan bersaing di tingkat nasional.
Proses Panjang yang Penuh Makna
Sutradara Jessica Amanda Putri mengungkapkan bahwa perjalanan produksi film ini tidak berjalan mudah. Sejak tahap pengembangan ide hingga proses akhir, tim dihadapkan pada berbagai tantangan yang menguji konsistensi dan kekompakan.
Namun dari ide sederhana tentang “pulang”, justru lahir pemaknaan yang lebih dalam. Proses kreatif yang dijalani tidak hanya menghasilkan sebuah karya, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi seluruh tim.
“Kami memulai dari ide sederhana tentang pulang, tapi dalam prosesnya kami menemukan makna yang lebih dalam. Penghargaan ini jadi bukti kerja keras dan kekompakan tim,” ujarnya.
BACA JUGA: Dari Wartawan Lapangan, Wahyu Kurniawan Bangun Media Siber di Bangka Belitung
Bukan Sekadar Juara
Pembina JURNIFO SMAN 1 Manggar , Hariyanto menilai capaian ini merupakan hasil dari proses panjang yang tidak hanya melahirkan karya, tetapi juga membentuk karakter siswa.
Ia menegaskan, keberhasilan tersebut lahir dari perpaduan kreativitas, disiplin, serta keberanian untuk mencoba dan terus belajar.
“Ini bukan hanya tentang juara, tetapi tentang bagaimana mereka berkembang dan berani melangkah lebih jauh,” ungkap Hariyanto.
Ketua JURNIFO, Daniel Anlindra Kenanga, melihat pencapaian ini sebagai momentum penting bagi tumbuhnya kreativitas siswa di SMAN 1 Manggar.
Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa siswa dari daerah memiliki peluang yang sama untuk bersaing di tingkat nasional.
“Kami ingin membuktikan bahwa siswa daerah juga bisa bersaing di tingkat nasional. Ini baru langkah awal,” kata Daniel.
Dukungan Sekolah dan Harapan ke Depan
Kepala SMAN 1 Manggar, Sabarudin, turut mengapresiasi capaian tersebut. Ia menegaskan, sekolah akan terus membuka ruang bagi siswa untuk berkembang, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga dalam ranah kreativitas.
Menurutnya, prestasi ini menjadi bukti bahwa pendidikan harus berjalan seimbang. Antara pengetahuan, keterampilan, dan pembentukan karakter.
“Prestasi Film Pendek menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya tentang akademik, tetapi juga pengembangan bakat dan karakter,” tutur Sabarudin.
Capaian tim JURNIFO sekaligus mempertegas bahwa kreativitas pelajar daerah memiliki daya saing yang nyata. Dengan dukungan yang tepat, karya mereka mampu menembus batas dan mendapat pengakuan lebih luas.
Dari Manggar Belitung Timur, sebuah cerita tentang “pulang” justru mengantarkan langkah mereka ke panggung nasional. Bukan hanya membawa penghargaan, tetapi juga membuka jalan bagi lahirnya karya-karya berikutnya.
Perjalanan film pendek karya siswa SMAN 1 Manggar belum selesai. Justru dari titik ini, langkah yang lebih besar mulai disiapkan.
Tonton selengkapnya film “Di Akhir Perjalanan, Aku Pulang” berikut ini:




