TANJUNGPANDAN, BELITUNGVIBE.ID – Pembukaan penerbangan Singapura–Tanjungpandan oleh Scoot mulai 3 Mei 2026 menjadi momentum baru bagi Pulau Belitung.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung pun kini terus mematangkan kesiapan untuk menyambut wisatawan mancanegara ke Negeri Laskar Pelangi.
Langkah ini menjadi bagian penting dalam mendorong kebangkitan pariwisata daerah. Akses langsung ke Singapura sebagai hub global kini kembali terbuka.
Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat, menegaskan bahwa pembukaan rute internasional merupakan hasil kerja bersama sejak pertengahan 2025 lalu.
Ia bahkan melakukan kunjungan langsung ke Singapura pada Juli 2025 untuk membahas peluang pembukaan jalur penerbangan tersebut.
“Alhamdulillah, perjuangan kita akhirnya membuahkan hasil. Kita dapat kepercayaan dari maskapai Scoot untuk membuka penerbangan langsung ini,” ujarnya dalam konferensi pers, Senin 13 April 2026.
Akses Internasional Belitung Kian Terbuka
Menurut Djoni Alamsyah, kehadiran rute ini tidak hanya menguntungkan Belitung, tetapi juga membuka konektivitas yang lebih luas bagi wisatawan dari berbagai negara.
Singapura berperan sebagai hub internasional. Wisatawan dari Eropa, Amerika Serikat, Tiongkok, hingga Jepang kini lebih mudah menjangkau Belitung.
Penerbangan perdana dijadwalkan berangkat dari Singapura pukul 05.45 waktu setempat dan tiba di Bandara H.AS Hanandjoeddin, Tanjungpandan.
Rute penerbangan langsung Singapura-Tanjungpandan akan dilayani secara reguler dua kali dalam sepekan, yakni setiap Rabu dan Sabtu.
Kesiapan Hotel hingga Destinasi Belitung
Pemkab Belitung saat ini memfokuskan persiapan pada berbagai aspek teknis, terutama terkait kedatangan wisatawan pada pagi hari.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah penyesuaian waktu check-in hotel yang umumnya berlaku pada siang hari.
“Kita sedang koordinasi dengan pihak hotel, apakah bisa ada dispensasi agar wisatawan yang datang pagi bisa langsung beristirahat check-in di hotel,” jelas Djoni.
Selain akomodasi, kesiapan destinasi wisata, kuliner, hingga layanan pendukung lainnya juga terus dimatangkan oleh pemerintah daerah.
Pemkab bahkan mengajak media melakukan peninjauan langsung jalur dari bandara menuju destinasi wisata sebagai bagian dari evaluasi kesiapan lapangan.
BACA JUGA: Rute Penerbangan Belitung–Singapura Dibuka 3 Mei 2026, Tiket Mulai Rp500 Ribuan
Tanpa Subsidi, Andalkan Kekuatan Pasar
Di sisi lain, Djoni menegaskan bahwa pembukaan rute ini tidak disertai subsidi atau stimulan khusus dari pemerintah daerah Belitung.
Kerja sama yang terjalin merupakan hasil komunikasi antara pemerintah, maskapai, serta mitra pariwisata di Singapura, Negeri Singa.
“Ini murni hasil koordinasi dan kepercayaan. Kita (pemerintah daerah) ingin rute ini tumbuh secara sehat,” ujar Bupati Belitung.
Meski tanpa subsidi, tren penjualan tiket menunjukkan sinyal positif dengan tingkat keterisian penumpang yang mulai meningkat.
Dorong Pariwisata dan Investasi Belitung
Kehadiran rute internasional ini diproyeksikan memberikan efek berganda bagi daerah, tidak hanya di sektor pariwisata, tetapi juga membuka peluang investasi di Belitung.
“Biasanya investasi itu berawal dari kunjungan. Orang datang, melihat potensi, lalu muncul ketertarikan untuk berinvestasi,” kata Djoni Alamsyah.
Untuk mendukung promosi, Pemkab Belitung juga menyiapkan berbagai media publikasi, mulai dari baliho hingga videotron di pusat kota.
Sejumlah duta besar juga dijadwalkan hadir pada penerbangan perdana sebagai bagian dari promosi internasional.
BACA JUGA: Hotel Belitung View Pulau Lengkuas: Sensasi Menginap di Dataran Tinggi Tanjung Binga
Koordinasi lintas instansi terus dilakukan, melibatkan Angkasa Pura, imigrasi, bea cukai, karantina, hingga aparat keamanan guna memastikan kelancaran operasional penerbangan internasional.
Selain itu, sistem transaksi digital bagi wisatawan mancanegara juga tengah disiapkan, didukung dengan infrastruktur jaringan 5G yang semakin memadai.
“Ini merupakan langkah awal kita membuka diri ke dunia internasional. Belitung harus siap menjadi destinasi wisata berskala global,” tutup Bupati Djoni Alamsyah.
Jadwal Pagi Jadi Daya Tarik
Antusiasme pasar terhadap rute penerbangan Singapura-Tanjungpandan mulai terlihat sejak pengumuman penjualan tiket dibuka melalui situs resmi maskapai.
Berdasarkan pantauan di aplikasi Traveloka, harga tiket rute Tanjungpandan (TJQ) menuju Singapura (SIN) untuk 3 Mei 2026 dibanderol mulai kisaran Rp500 ribuan untuk sekali jalan.
Sementara untuk rute sebaliknya, dari Singapura ke Belitung, tarif dibuka mulai 99 dolar Singapura atau sekitar Rp1,3 jutaan.
Penerbangan dari Bandara Changi Singapura pada pukul 05.45 waktu setempat, dan tiba di Bandara H.AS Hanandjoeddin Tanjungpandan pukul 06.15 WIB.
Dari Bandara Hanandjoeddin menuju Singapura dijadwalkan berangkat pukul 06.50 WIB, dan tiba sekitar pukul 09.30 waktu setempat, dengan durasi sekitar 1 jam 40 menit tanpa transit.
Rute penerbangan Singapura-Tanjungpandan dilayani dua kali dalam sepekan, yakni setiap Rabu dan Minggu.
Jadwal pagi dinilai menjadi keunggulan tersendiri karena memberi waktu lebih panjang bagi wisatawan untuk langsung beraktivitas setibanya di Pulau Belitung.
BACA JUGA: 6 Keunikan Batu Granit Pantai Belitung dan Asal-usulnya, Bikin Wisatawan Takjub
Dengan harga relatif terjangkau dan waktu tempuh singkat, rute ini diproyeksikan menjadi jalur favorit bagi wisatawan mancanegara maupun domestik yang memanfaatkan Singapura sebagai hub perjalanan.
Sebelumnya, pelaku pariwisata di Belitung menilai rute tersebut sebagai peluang besar kebangkitan pariwisata daerah. Namun, masih ada pekerjaan rumah pada penataan destinasi.
Akses langsung ke Singapura sebagai hub internasional membuka peluang lebih luas. Wisatawan dari berbagai negara belahan dunia kini lebih mudah menjangkau Belitung.
Peluang ini perlu diimbangi kesiapan destinasi dan layanan. Termasuk promosi yang tepat agar dampaknya terasa bagi ekonomi daerah yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19.





