BELITUNGVIBE.ID, TANJUNGPANDAN – Belitung Expo 2026 resmi dibuka di kawasan Pantai Wisata Tanjungpendam, Rabu 1 Juli 2026.
Pameran tahunan dalam rangka Hari Jadi Kota Tanjungpandan (HJKT) ke-188 ini kembali menjadi etalase berbagai produk unggulan daerah.
Ajang tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus mendorong promosi pariwisata Belitung.
Selama lima hari penyelenggaraan, mulai 1 hingga 5 Juli 2026, masyarakat tidak hanya disuguhkan pameran produk UMKM Negeri Laskar Pelangi.
Berbagai layanan publik, bazar pangan, bursa kerja, hingga hiburan juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang dipusatkan di kawasan wisata andalan Belitung tersebut.
Belitung Expo tahun ini diharapkan mampu meningkatkan transaksi pelaku usaha lokal sekaligus memperluas promosi potensi daerah kepada masyarakat dan wisatawan selama musim libur sekolah.
Pembukaan Belitung Expo 2026 dilakukan langsung oleh Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat yang ditandai dengan pemukulan gong dan pengguntingan pita.
Belitung Expo Terus Catat Pertumbuhan
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Tenaga Kerja (DKUKMPTK) Kabupaten Belitung, Annyta, mengatakan Belitung Expo terus menunjukkan tren positif dari sisi perputaran ekonomi.
Nilai transaksi yang tercatat pada 2023 mencapai Rp1,015 miliar. Angka tersebut meningkat menjadi Rp1,278 miliar pada 2024, kemudian kembali naik menjadi Rp1,308 miliar pada 2025.
Menurut Annyta,, penyelenggaraan tahun ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan omzet para pelaku UMKM.
Fokus utama juga diarahkan pada peningkatan kualitas penyelenggaraan serta memperluas keterlibatan pelaku usaha dari berbagai tingkatan.
“Pada tahun 2026 ini, fokus kami tidak hanya mengejar target omzet, tetapi juga meningkatkan kualitas penyelenggaraan dan memperluas segmentasi peserta, mulai dari UMKM pemula, UMKM berkembang hingga UMKM naik kelas,” ujarnya.
BACA JUGA: Jelang Revalidasi UNESCO 2026, Belitong UGGp Perkuat Posisi Global Lewat Island Talk
Sebanyak 183 pelaku UMKM ikut ambil bagian dalam pelaksanaan Belitung Expo 2026 di Pantai Wisata Tanjungpendam.
Mereka menghadirkan beragam produk, mulai dari kuliner tradisional, jajanan kekinian, kedai kopi, kriya, UMKM berkembang, pedagang kaki lima, hingga pelaku usaha dari tingkat provinsi.
Selain itu, pameran dalam rangka peringatan Hari Jadi Kota Tanjungpandan juga diramaikan pelaku usaha food truck, hotel, dan florist.
Ratusan Stan dan Beragam Layanan Publik

Belitung Expo 2026 juga menghadirkan 38 stan layanan publik dari organisasi perangkat daerah (OPD) dan sektor swasta.
Selain enam OPD yang menampilkan program promosi daerah, kegiatan ini juga diikuti Bea Cukai Tanjungpandan, Imigrasi Tanjungpandan, PT Timah, sejumlah perusahaan swasta, koperasi, hingga Persatuan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI).
Berbagai kegiatan pendukung turut memeriahkan expo.
Mulai dari penyaluran 185 paket bantuan bahan pokok bagi masyarakat kurang mampu yang didukung Bank Sumsel Babel Cabang Tanjungpandan, bazar ikan murah dari Dinas Perikanan, Pasar Tani dan Bazar Durian dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, hingga Job Fair yang menyediakan sekitar 70 lowongan pekerjaan.
Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus pelayanan langsung kepada masyarakat.
Dorong Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat mengatakan Belitung Expo memiliki arti penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat promosi pariwisata.
“Semoga tujuan yang diharapkan dari pelaksanaan kegiatan ini dapat terwujud dengan baik dan memiliki arti sangat penting, khususnya dalam upaya kita bersama untuk mendorong kemajuan perekonomian daerah sekaligus menggiatkan gaung pariwisata daerah,” katanya.
Menurut Djoni, penyelenggaraan HJKT ke-188 dan Belitung Expo 2026 menjadi bagian dari langkah mewujudkan visi pembangunan Belitung menuju kota global berbasis maritim dan budaya.
Tema tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan sektor maritim, pariwisata, dan ekonomi kreatif yang mampu bersaing di tingkat global.
Ia juga mengapresiasi persiapan penyelenggaraan yang berjalan lancar, termasuk bertambahnya jumlah stan peserta dibandingkan tahun sebelumnya.
Pemerintah Kabupaten Belitung menargetkan perputaran ekonomi selama Belitung Expo 2026 mencapai sekitar Rp600 juta hingga Rp800 juta.
Meski demikian, menurut Djoni, angka tersebut masih berupa proyeksi dan akan dievaluasi setelah kegiatan berakhir.
Optimisme tersebut didukung kondisi inflasi Belitung yang tetap terkendali di angka 2,6 persen berdasarkan data Bank Indonesia.
Biliton King Jadi Daya Tarik Baru
Selain memperkuat sektor UMKM, Pemerintah Kabupaten Belitung juga mulai mendorong promosi durian lokal sebagai daya tarik wisata baru.
Salah satunya melalui pengembangan varietas Musang King yang akan dipasarkan dengan merek Biliton King.
Inisiatif tersebut diharapkan mampu memperkuat identitas produk unggulan Belitung sekaligus menjadi magnet baru bagi wisatawan.
Bupati Djoni mengajak masyarakat memanfaatkan momentum libur sekolah untuk mengunjungi Belitung Expo 2026 bersama keluarga.
BACA JUGA: Pantai Tanjung Kelayang Bersolek, Ini Langkah Pemkab Belitung Tata Kawasan Wisata
Melalui kegiatan tahunan ini, masyarakat dapat menikmati produk UMKM, layanan publik, hiburan, hingga berbagai agenda menarik yang berlangsung selama lima hari.
Melalui Belitung Expo 2026, Pemerintah Kabupaten Belitung berharap perputaran ekonomi masyarakat terus meningkat. Pameran ini juga diharapkan semakin memperkuat citra Belitung sebagai destinasi wisata dan pusat ekonomi kreatif di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).





