BELITUNGVIBE.ID – Ajang Gran Fondo New York (GFNY) Belitung 2026 melahirkan dua juara baru yang akan membawa nama Indonesia ke panggung dunia.
Berry Putra dan Feeling Susanty tampil sebagai pebalap tercepat pada kategori Long Course Overall dalam balapan sepeda internasional yang digelar di Belitung, Minggu 21 Juni 2026.
Kemenangan tersebut tidak hanya mengantarkan keduanya menjadi juara GFNY Asia Championship 2026. Hasil itu juga memastikan tiket menuju GFNY World Championship 2027 yang akan berlangsung di New York, Amerika Serikat.
Bagi para peserta, lomba sejauh 127 kilometer ini bukan sekadar adu kecepatan. Mereka harus menaklukkan rute panjang yang melintasi berbagai kawasan di Pulau Belitung dengan kondisi cuaca dan karakter lintasan yang beragam.
Di tengah persaingan ketat tersebut, Berry Putra dan Feeling Susanty mampu tampil paling konsisten hingga menyentuh garis finis sebagai yang terbaik.
BACA JUGA: 5 Atlet Cilik Gantung Lolos ke O2SN Babel 2026, Siap Harumkan Nama Belitung Timur
Berry Putra Pebalap Tercepat di GFNY Belitung 2026
Berry Putra keluar sebagai juara umum kategori Long Course Male Overall setelah mencatatkan waktu tercepat 3 jam 12 menit 55 detik.
Catatan tersebut menjadikannya pebalap tercepat yang berhasil menyelesaikan rute sejauh 127 kilometer pada GFNY Belitung 2026.
Menariknya, Berry mengaku tidak datang ke Belitung dengan target khusus untuk menjadi juara.
Menurutnya, banyak hal berjalan sesuai harapan saat hari perlombaan berlangsung.
“Sebenarnya enggak ada target khusus, cuma hari ini kayak semuanya lagi pas saja. Cuaca pas, feeling pas, hasil latihan pas, dan tidurnya juga mungkin pas,” kata Berry kepada awak media.
Meski demikian, kemenangan tersebut tentu bukan datang secara kebetulan.
Berry mengungkapkan dirinya tetap menjalani pola latihan seperti biasa dan memilih datang ke Belitung sekitar satu pekan sebelum lomba untuk beradaptasi dengan kondisi cuaca serta karakteristik lintasan.
“Ke sini sudah datang seminggu sebelum lomba. Jadi mungkin sudah lebih hafal sama cuaca dan tipe jalannya seperti apa, jadi enggak terlalu kaget,” ujarnya.
Menurut Berry, kesiapan lintasan dan pengamanan selama perlombaan juga menjadi salah satu faktor yang membuat peserta dapat tampil maksimal.
Ia menilai jalur balapan cukup steril dan mendapat pengawalan yang baik sejak start hingga finis.
Tak hanya itu, dukungan masyarakat yang berdiri di sepanjang rute turut memberikan energi tambahan bagi para peserta.
“Anak-anak sekolah, ibu-ibu, dan masyarakat yang memberikan semangat di sepanjang rute benar-benar menambah motivasi kami saat balapan,” katanya.
BACA JUGA: Pantai Tanjung Kelayang Bersolek, Ini Langkah Pemkab Belitung Tata Kawasan Wisata
Strategi Balapan Jadi Kunci Kemenangan
Berry menjelaskan keberhasilannya meraih kemenangan juga dipengaruhi strategi yang diterapkan selama balapan.
Saat berada di kelompok terdepan, para pebalap saling bergantian memimpin rombongan untuk menghemat tenaga.
Strategi tersebut dinilai penting, terutama ketika harus menghadapi hembusan angin kencang di sejumlah titik lintasan.
Menurutnya, kerja sama itu berhasil menciptakan jarak sekitar 200 meter dari rombongan utama hingga akhirnya menjadi modal penting untuk mempertahankan posisi terdepan sampai finis.
Di balik semua itu, Berry mengaku justru mendapatkan inspirasi dari para peserta senior yang tetap mampu menyelesaikan balapan jarak jauh.
“Senang banget melihat peserta umur 65 sampai 70 tahun masih ikut dan bisa menyelesaikan jarak 123 kilometer. Itu hebat banget dan jujur menjadi inspirasi serta motivasi utama saya hari ini,” ungkapnya.
Feeling Susanty Jadi Juara Female Overall
Pada kategori Long Course Female Overall, Feeling Susanty tampil sebagai pebalap wanita tercepat.
Ia menuntaskan rute 127 kilometer dengan catatan waktu 4 jam 2 menit 12 detik dan berhak menyandang gelar juara GFNY Asia Championship 2026.
Feeling mengungkapkan bahwa persiapan sederhana menjadi salah satu faktor penting yang membantunya tampil maksimal.
Sebelum perlombaan dimulai, ia memilih mengonsumsi nasi goreng dan telur sebagai menu sarapan.
Selama balapan berlangsung, ia juga mengandalkan tambahan asupan energi melalui gel untuk menjaga performa tubuh tetap stabil.
Selain itu, kondisi istirahat yang cukup turut membantu menjaga kebugarannya menjelang perlombaan.
“Suasana yang tenang membuat saya bisa beristirahat dengan baik sehingga bangun dalam kondisi prima saat hari perlombaan,” katanya.
Bagi Feeling, pengalaman pertama mengikuti balapan di Belitung meninggalkan kesan positif.
Ia menilai kondisi udara yang bersih serta minim polusi membuat peserta tetap nyaman meski harus menempuh jarak yang cukup panjang.
“Kali ini pertama balapan di Belitung, cuacanya bagus dan tidak ada polusi. Jadi meskipun capek balapan tapi napas masih enak selama balapan,” ujarnya.
Feeling juga memberikan apresiasi kepada panitia yang dinilai berhasil menyiapkan jalur balapan dengan baik.
Keberadaan marshall di berbagai titik lintasan membuat peserta lebih mudah mengikuti rute dan merasa aman selama berlomba.
BACA JUGA: Pengembangan Pariwisata Belitung, Warga 3 Kawasan Wisata Tagih Komitmen untuk Masyarakat
Juara GFNY Belitung 2026 Lolos ke New York
Hasil yang diraih Berry Putra dan Feeling Susanty membuat keduanya berhak tampil pada GFNY World Championship 2027 di New York.
Ajang tersebut menjadi salah satu kompetisi paling bergengsi dalam kalender GFNY yang mempertemukan para pebalap terbaik dari berbagai negara.
Keberhasilan dua atlet Indonesia itu sekaligus menjadi pencapaian penting bagi penyelenggaraan GFNY Belitung 2026 yang kembali masuk dalam kalender balap sepeda internasional.
Bupati Belitung Apresiasi Event Internasional GFNY

Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada Belitung sebagai tuan rumah GFNY.
Menurutnya, event tersebut tidak hanya menghadirkan kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi sarana promosi wisata daerah ke tingkat internasional.
“Ini adalah sebuah event internasional yang tidak hanya menghadirkan olahraga tetapi juga memperkenalkan keindahan Belitung yang luar biasa,” kata Djoni.
Ia menyambut seluruh peserta yang datang ke Negeri Laskar Pelangi untuk menikmati pengalaman bersepeda di kawasan Geopark Belitung.
“Selamat datang di Bumi Belitung, jejak bumi purba yang hidup hingga hari ini. Anda tidak sekadar bersepeda, melainkan juga menelusuri kawasan Geopark Belitung. Melintasi lanskap batu granit purba, laut biru jernih, dan udara terbersih se-Indonesia,” ujarnya.
GFNY Belitung Dinilai Sukses Angkat Sport Tourism
Founder GFNY Indonesia, Axel Moeller, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Belitung, komunitas sepeda, pelaku usaha, serta masyarakat yang ikut menyukseskan penyelenggaraan GFNY Belitung 2026.
“Kami berterima kasih atas sambutan tulus dan ramah dari Pemkab Belitung, pelaku bisnis, komunitas road bike, dan masyarakat Belitung. Belitung untuk dunia,” kata Axel.
BACA JUGA: Belitong Geopark Run 2027 Digelar di Tanjung Kelayang, Belitung Siap Dongkrak Pariwisata
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Belitung, Edi Usdianto, mengatakan pihaknya terlibat dalam seluruh tahapan persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.
Mulai dari penyambutan peserta, pengambilan race pack, gala dinner, persiapan lintasan, pelaksanaan lomba hingga kegiatan pasca-event.
“Dispora Pemkab Belitung terlibat penuh dalam mempersiapkan hal-hal detail seperti penyambutan peserta, pengambilan race pack, gala dinner, persiapan rute, pelaksanaan lomba hingga after event,” katanya.
Adapun rute GFNY Belitung 2026 melintasi sejumlah kawasan ikonik di Pulau Belitung.
Mulai dari Jalan Tanjungpandan-Tanjung Kelayang, Jalan Sijuk, kawasan Bandara Internasional HAS. Hanandjoeddin, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Raya Membalong, Jalan Tanjung Ruu, Jalan Pegantungan, Jalan Pilang, Jalan Anwar, Jalan Pangeran Diponegoro, Jalan Gatot Subroto hingga Jalan Air Saga.
Melalui penyelenggaraan GFNY Belitung 2026, Belitung kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai destinasi sport tourism yang mampu menghadirkan event internasional sekaligus mempromosikan keindahan alam kepada dunia. (*)





