BELITUNGVIBE.ID – Belitong UNESCO Global Geopark (UGGp) terus mematangkan persiapan menghadapi revalidasi UNESCO yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 mendatang.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menggelar Seminar Internasional bertajuk Island Talk pada Rabu, 24 Juni 2026.
Kegiatan tersebut sebagai ajang memperkuat kolaborasi, edukasi, sekaligus memperkenalkan Belitung kepada jaringan geopark dunia.
Seminar itu menjadi momentum penting bagi Belitong UGGp untuk menunjukkan komitmennya sebagai geopark kepulauan pertama di Indonesia yang mengedepankan konservasi, edukasi, dan pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan ini juga menjadi wadah berbagi pengetahuan, pengalaman, serta praktik terbaik dalam pengelolaan geopark kepulauan yang melibatkan pemerintah, akademisi, komunitas, hingga mitra internasional.
Perkuat Posisi Belitung di Jaringan Geopark Dunia
Sekretaris Umum Belitong UGGp sekaligus Ketua Panitia Seminar, Sastra Yuni Ardi, mengatakan Island Talk menjadi bagian penting dari strategi memperkuat posisi Belitung di tingkat internasional.
Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung itu, seminar tersebut tidak hanya menjadi ruang diskusi mengenai pengelolaan geopark kepulauan yang berkelanjutan.
Lebih dari itu, juga menjadi sarana memperkenalkan Belitung kepada jaringan UNESCO Global Geopark yang kini tersebar di 51 negara.
“Island Talk menjadi wadah berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik terbaik mengenai pengelolaan geopark kepulauan yang berkelanjutan, sekaligus memperkenalkan Belitung kepada jaringan UNESCO Global Geopark yang tersebar di 51 negara,” kata Sastra Yuni Ardi.
Sebagai geopark kepulauan pertama di Indonesia, Belitong UGGp memiliki visi menjadi World Center for Island Geopark Studies atau Pusat Studi Geopark Kepulauan Dunia.
Visi tersebut diwujudkan melalui kolaborasi bersama kementerian, lembaga pemerintah, perguruan tinggi, serta berbagai mitra akademik nasional maupun internasional.
BACA JUGA: Menginap di Dafam Resort Belitung Bisa Dapat Voucher Gratis, Ini Cara Ikut Challenge-nya
Bekal Menghadapi Revalidasi UNESCO
Sastra menjelaskan seminar internasional ini juga menjadi salah satu langkah strategis menjelang proses revalidasi UNESCO yang dijadwalkan berlangsung pada 3 hingga 7 Agustus 2026.
Melalui berbagai program, inovasi, dan kerja sama yang dipaparkan dalam seminar, Belitong UGGp ingin menunjukkan komitmennya terhadap prinsip-prinsip UNESCO Global Geopark. Khususnya pada aspek edukasi, konservasi, dan pembangunan berkelanjutan.
Antusiasme terhadap seminar internasional ini juga cukup tinggi. Sebanyak 364 peserta tercatat telah melakukan registrasi untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Mereka berasal dari kalangan akademisi, mahasiswa, komunitas pengelola geosite, organisasi non-pemerintah, perangkat daerah, hingga berbagai instansi yang memiliki perhatian terhadap pengelolaan geopark dan pembangunan wilayah kepulauan.
Seminar internasional ini terselenggara melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Kementerian Pariwisata, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta Jaringan Geopark Indonesia.
Rangkaian seminar dibuka melalui video opening remarks Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana. Dalam sambutannya, ia menyampaikan dukungan terhadap pengembangan geopark sebagai instrumen pelestarian warisan geologi, budaya, dan lingkungan.
Menurutnya, pengembangan geopark juga memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi masyarakat lokal melalui pariwisata berkelanjutan.
BACA JUGA: Pantai Tanjung Kelayang Bersolek, Ini Langkah Pemkab Belitung Tata Kawasan Wisata
UNESCO Dorong Kolaborasi dan Edukasi
Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah I Kementerian Pariwisata, Bambang Cahyo Murdoko, mengatakan seminar internasional tersebut merupakan tindak lanjut atas rekomendasi UNESCO kepada kawasan Global Geopark.
Menurutnya, salah satu rekomendasi utama UNESCO adalah memperkuat keterlibatan geopark dalam aktivitas Global Geoparks Network maupun Asia Pacific Geoparks Network.
“Salah satu rekomendasi UNESCO adalah memperkuat keterlibatan dalam aktivitas Global Geoparks Network dan Asia Pacific Geoparks Network untuk mempromosikan nilai-nilai geopark di bawah payung UNESCO Global Geoparks,” katanya.
Selain itu, UNESCO juga mendorong pengembangan strategi pendidikan melalui kemitraan dengan geopark dunia lainnya, termasuk penyusunan program edukasi mengenai mitigasi bencana dan adaptasi terhadap perubahan iklim.
Bambang menjelaskan, secara umum rekomendasi UNESCO berfokus pada tiga pilar utama, yakni konservasi, edukasi, dan pembangunan ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.
Sebagai bentuk dukungan terhadap Belitong UGGp, Kementerian Pariwisata telah memfasilitasi pemasangan 40 unit rambu informasi di Geosite Bukit Peramun, Geosite Tanjung Kelayang, dan Geosite Open Pit Nam Salu.
“Kehadiran rambu-rambu informasi tersebut diharapkan dapat memperkuat fungsi edukasi dan meningkatkan kualitas interpretasi geowisata bagi wisatawan,” ujarnya.
BACA JUGA: Pengembangan Pariwisata Belitung, Warga 3 Kawasan Wisata Tagih Komitmen untuk Masyarakat
KKP Soroti Wisata Bahari Berkelanjutan
Sementara itu, Direktur Jasa Bahari Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), R. Bambang Adhitya Nugraha, menilai pengembangan pariwisata berkelanjutan menjadi salah satu kunci memperkuat ketahanan masyarakat pesisir di tengah tantangan perubahan iklim.
Menurutnya, masyarakat pesisir merupakan kelompok yang paling merasakan dampak perubahan iklim karena sebagian besar aktivitas ekonomi mereka bergantung pada laut.
“Pengembangan wisata bahari dapat menjadi alternatif diversifikasi ekonomi masyarakat pesisir sehingga ketergantungan terhadap satu sumber pendapatan dapat berkurang,” katanya.
Ia menilai Belitung memiliki potensi besar mengembangkan wisata bahari yang terintegrasi dengan kekayaan geopark, budaya lokal, dan warisan sejarah maritim.
Pendekatan tersebut diyakini mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat sekaligus mendukung pelestarian sumber daya alam dan budaya.
KKP juga menekankan pentingnya menempatkan masyarakat lokal dan pemerintah desa sebagai aktor utama dalam pengembangan pariwisata, dengan dukungan kolaborasi dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, lembaga riset, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
BACA JUGA: Belitong Geopark Run 2027 Digelar di Tanjung Kelayang, Belitung Siap Dongkrak Pariwisata
Tegaskan Komitmen Geopark Kepulauan Dunia
Melalui International Seminar Island Talk, Belitong UGGp kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi pusat pembelajaran dan kolaborasi global bagi pengembangan geopark kepulauan.
Seminar ini diharapkan menjadi salah satu tonggak penting dalam memperkuat posisi Belitung di panggung internasional sebagai model pengelolaan geopark kepulauan yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut sekaligus menjadi bekal penting bagi Belitong UGGp dalam menghadapi proses revalidasi UNESCO yang akan berlangsung pada Agustus 2026. (*)





