BELITUNGVIBE.ID – Prestasi membanggakan kembali datang dari Tim Debat SMAN 1 Manggar, Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
Kali ini, tim debat sekolah tersebut sukses menguasai dua ajang akademik bergengsi sekaligus, yakni Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI) dan National Schools Debating Championship (NSDC) tahun 2026.
Tak hanya keluar sebagai Tim Terbaik 1 pada dua kompetisi tingkat Kabupaten, siswa-siswi SMAN 1 Manggar juga mendominasi daftar pembicara terbaik.
Capaian itu sekaligus memastikan langkah Tim Debat SMAN 1 Manggar, menuju tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2026 ini.
Di balik kemenangan tersebut, ada proses latihan panjang, diskusi berjam-jam, hingga perjuangan membangun mental bertanding di depan lawan dan dewan juri.
Bagi para siswa, lomba debat bukan hanya soal berbicara. Mereka dituntut mampu berpikir cepat, membaca isu, menyusun argumentasi, hingga mempertahankan pendapat secara logis dan terstruktur.
BACA JUGA: SNBT 2026 SMAN 1 Manggar, 64 Siswa Lolos PTN Favorit, Ada yang Tembus UI dan ITB
Tim Debat SMAN 1 Manggar Dominasi LDBI dan NSDC 2026
Pada ajang Lomba Debat Bahasa Indonesia (LDBI), Vanessa Ardiladiningsih tampil gemilang dengan meraih predikat Pembicara Terbaik 1.
Prestasi itu kemudian disusul Kenzi Aurelldio Fernanda yang berhasil menjadi Pembicara Terbaik 3. Sementara Meysa Reihana Putri Sudrajat meraih posisi Pembicara Terbaik 5.
Dominasi serupa juga terjadi pada ajang National Schools Debating Championship (NSDC). Karen Pisces Valencia tampil memukau hingga dinobatkan sebagai Pembicara Terbaik 1.
Rekannya, Gwendeline Catriona Zou, juga berhasil meraih posisi Pembicara Terbaik 2. Keberhasilan tersebut membuat nama SMAN 1 Manggar kembali mencuri perhatian di bidang akademik dan debat pelajar.
Dari Latihan Panjang Hingga Mental Bertanding
Untuk mencapai kemenangan tersebut, tim debat sekolah harus melewati proses latihan yang panjang dan intensif.
Pembimbing NSDC SMAN 1 Manggar, Winda Ari Anggraini, mengatakan para siswa menunjukkan dedikasi tinggi selama masa persiapan.
Menurut dia, para peserta rela meluangkan banyak waktu untuk memperdalam materi dan melatih kemampuan berbicara.
“Anak-anak menunjukkan dedikasi yang luar biasa. Mereka rela meluangkan banyak waktu untuk latihan, memperdalam isu, memperbaiki argumentasi, hingga melatih mental bertanding. Hasil ini adalah buah dari kerja keras mereka sendiri,” ujar Winda, Kamis 28 Mei 2026.
Pembimbing NSDC lainnya, Okti Yuliska, juga menilai kemenangan tersebut menjadi modal penting bagi siswa untuk berkembang lebih jauh.
Ia melihat para siswa SMAN 1 Manggar tidak hanya memiliki kemampuan berbicara, tetapi juga berpikir kritis dalam menyampaikan gagasan.
“Kami melihat potensi besar dari anak-anak ini. Mereka tidak hanya pintar berbicara, tetapi juga mampu berpikir kritis dan menyampaikan gagasan dengan baik. Semoga capaian ini menjadi langkah awal menuju prestasi di tingkat provinsi bahkan nasional,” katanya.
Debat Dinilai Bukan Sekadar Adu Bicara
Pembimbing LDBI SMAN 1 Manggar, Fahri Razza Firmansyah, mengatakan keberhasilan tim debat tidak lepas dari budaya literasi dan diskusi yang terus dibangun di lingkungan sekolah.
Menurut dia, debat bukan hanya tentang siapa paling banyak berbicara. Lebih dari itu, siswa dituntut mampu memahami persoalan dan menyampaikan solusi secara logis.
“Debat bukan sekadar soal berbicara, tetapi tentang bagaimana siswa mampu membaca isu, menganalisis persoalan, dan menyampaikan solusi dengan logis. Saya bangga karena anak-anak mampu menunjukkan kualitas tersebut di arena lomba,” ungkap Fahri.
Ia menilai kemampuan debat menjadi salah satu keterampilan penting bagi siswa di era sekarang.
Karena melalui debat, siswa belajar menyampaikan pendapat dengan terstruktur sekaligus menghargai pandangan orang lain.
Vanessa dan Tim Mengaku Banyak Belajar Selama Persiapan
Salah satu siswa peraih prestasi, Vanessa Ardiladiningsih, mengaku bersyukur atas pencapaian yang diraih bersama timnya.
Menurut dia, proses latihan menjadi pengalaman berharga yang tidak mudah dilupakan. Selama persiapan lomba, para peserta tidak hanya belajar materi debat.
Mereka juga belajar mengelola tekanan dan menjaga kekompakan tim.
“Kami banyak belajar selama persiapan lomba, mulai dari melatih cara berpikir cepat, menyusun argumentasi, hingga menjaga kekompakan tim. Pastinya senang dan bangga bisa membawa nama sekolah menjadi juara,” ujarnya.
BACA JUGA: Juara Umum FLS3N Beltim 2026, SMAN 1 Manggar Pertahankan Tahta 4 Tahun Berturut
SMAN 1 Manggar Ingin Budaya Prestasi Terus Tumbuh
Kepala SMAN 1 Manggar, Sabarudin, turut memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih para siswa dan pembimbing.
Menurut Sabarudin, keberhasilan tersebut membuktikan Tim Debat SMAN 1 Manggar memiliki kemampuan bersaing yang baik dalam kompetisi intelektual.
“Prestasi ini membanggakan sekaligus membuktikan bahwa siswa-siswi SMAN 1 Manggar mampu bersaing dan unggul dalam kompetisi intelektual. Kami mengapresiasi kerja keras para siswa dan para pembimbing yang telah mendampingi dengan penuh komitmen,” katanya.
Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus mengembangkan potensi diri. Tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga karakter, kepemimpinan dan kreativitas.
“Kami ingin budaya berprestasi terus tumbuh di sekolah ini. Tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga karakter, kepemimpinan, dan kreativitas siswa,” tambahnya.
BACA JUGA: Film Pendek Siswa SMAN 1 Manggar Juara 2 Nasional 2026, Judulnya Bikin Juri Tersentuh
Bersiap Wakili Belitung Timur ke Tingkat Provinsi
Dengan hasil gemilang tersebut, tim debat SMAN 1 Manggar kini bersiap menghadapi kompetisi tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Harapan besar pun mulai muncul agar mereka kembali mengharumkan nama Belitung Timur di level yang lebih tinggi. Bagi sekolah, keberhasilan ini bukan hanya soal trofi dan gelar juara.
Ada proses pembentukan karakter, keberanian berbicara, kemampuan berpikir kritis, hingga kerja sama tim yang ikut tumbuh selama perjalanan mereka.
Dan dari ruang kelas di Manggar, para siswa itu kini membuktikan bahwa anak daerah juga mampu tampil percaya diri dan bersaing di panggung akademik yang lebih luas. (*)





